Manfaatkan Momentum Mudik Anggota DPR RI Dapil Kalteng Gelar Halal Bi Halal Dengan Warga.

Manfaatkan Momentum Mudik Anggota DPR RI Dapil Kalteng Gelar Halal Bi Halal Dengan Warga.
KLATEN-koranjateng.com
Memanfaatkan momentum mudik pulang kampung Anggota DPR RI Dapil Kalteng Gelar Halal Bi Halal Dengan Warga, sebuah pagelaran Wayang Kulit di hadirkan untuk lebih mempererat jalinan silaturahmi dengan warga sekitar.

Sigit Karyawan Yunianto, S.H.,M.A.P..Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah (Kalteng), yang juga merupakan Ketua Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI), Tahun 2020 - 2025. Bersama segenap warga dari Rw 06 Karanggumul Desa. Sribit Delanggu, Klaten menggelar syukuran Halal Bi Halal dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Pendowo Syukur, Rabu (02/04/2025).

(Masyarakat antusias menyaksikan Pagelaran Wayang semalam suntuk)

Pagelaran Wayang tersebut digelar di pinggir sawah depan pelataran rumah, dengan menghadirkan Dalang Kondang Ki Tantut Sutanto dari Kurung Ceper Klaten, bersama Marwoto Kawer, Rio Srundeng, dan Gareng Ngesti Pandowo. Yang menghibur warga semalam suntuk dengan lakon Pandawa Syukur yang merupakan adaptasi dari kisah Mahabarata.

(Marwoto Kawer Berpose bersama sebelum pementasan )

Lakon wayang "Pandawa Syukur" adalah lakon wayang yang berkisah tentang kehidupan keluarga Pandawa setelah mereka berhasil mengalahkan Kurawa dalam perang Bharatayuddha.

Lakon ini memang terinspirasi dari kisah Mahabharata, tetapi dengan penambahan-penambahan kisah dan karakter yang khas dalam wayang Jawa. Jadi, lakon wayang "Pandawa Syukur" berkisah tentang kehidupan keluarga Pandawa setelah perang Bharatayuddha, dengan fokus pada nilai-nilai kebaikan, kesabaran, dan syukur.

(Sigit K. Yunianto & Ketua Panitia)

Dalam perbincangan dengan awak media Sigit K Yunianto mengatakan bahwa "Ini adalah kegiatan Halal Bi Halal bersama Warga Desa tempat dirinya dilahirkan dan dibesarkan, kebetulan pada momen Lebaran Idul Fitri ini pas mudik pulang kampung jadi bersama-sama Warga kemudian membuat kegiatan Halal Bi Halal, tidak lain tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini yakni guna lebih mempererat jalinan silaturahmi antar sesama," jelasnya.

Dikatakan lebih lanjut "Terkait dengan kegiatan sendiri disamping silaturahmi dengan warga juga sekaligus nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa yakni Wayang Kulit, sebab dari pagelaran wayang kulit memang bukan hanya sebatas tontonan namun juga tersirat tuntunan, dan makna-makna yang mendalam dari kisah kisah pewayangan." terangnya. 

"Jadi karena memang saya dari kecil disini, sekolah juga disini, maka kebetulan pas momentum hari raya ini, ya kita bikin kegiatan Halal Bi Halal dengan warga masyarakat untuk lebih merekatkan kembali silaturahmi dan guyub rukun karena memang kecintaan saya dengan tanah kelahiran" pungkasnya.

(Rio Srundeng berpose bersama sebelum memulai pementasan)

Terpisah Ketua Panitia Penyelenggara Ednaryanto mengatakan "Terkait undangan dihadiri beberapa Pejabat Daerah, Koramil, Kepolisian Sektor, Perangkat Desa beserta undangan dan sekitar kurang lebih 278 Warga satu RW ini," paparnya 

Kemudian dijelaskan bahwa "Kegiatan seperti ini memang rutin diselenggarakan tiap tahun, namun memang tempatnya berbeda-beda, kebetulan untuk tahun ini di depan pelataran rumah, dan untuk kegiatannya juga tidak melulu Pagelaran Wayang Kulit namun biasanya juga hiburan musik campur sari, dan kita sempat absen tiga tahun karena ada pandemi, kemudian dananya dialihkan buat pengaspalan jalan, dan bersyukur tahun ini bisa kembali terlaksana, jadi ini tergantung dengan kesepakatan dan kecepatan warga juga sebenarnya dalam mempersiapkan kegiatan ya," jelasnya.

Mengenai harapan kedepan, "Kita berharap dengan adanya kegiatan ini titik beratnya bisa makin mempererat kerukunan warga, silaturahmi warga dan guyub rukun jadi silaturahmi itu untuk menciptakan itu semua, terus mengenai lakon dalam pagelaran wayang sendiri itu memang kemarin kita tawarkan beberapa lakon rekomendasi dari Pak Dalang kemudian dari warga memilih lakon Pandawa syukur tersebut." tutupnya.

(Gareng Ngesti Pandowo Berpose bersama sebelum pementasan)

Terpisah Bagio mantan Ketua Rt yang sekaligus juga ketua Ranting PDI mengatakan," Jadi ini sebenarnya Deni dadakan kegiatannya karena hanya dalam waktu kurang sebulan akhirnya bisa terlaksana, sebelumnya memang sudah ada pembicaraan awal antara warga dengan Pak Sigit kemudian disepakati tanggal pelaksanaannya adalah pada hari ini setelah lebaran," terangnya.

Mengenai Pak Sigit sendiri, "Memang orangnya Grapyak Semanak ya (Humble/familiar) ramah dengan siapa saja, dan sejak dulu memang sosialnya besar, maka bersyukur dengan kedatangannya akhirnya pagelaran wayang ini sedikit banyak bisa dibantu dan akhirnya terlaksana dengan baik," terangnya.

Terkait harapan ,"Semoga dengan momentum Idul Fitri ini kita bisa saling bersilaturahmi untuk kemudian kedepan bisa lebih merekatkan lagi jalinan persaudaraan di antara warga, dan terus bersinergi dalam membangun Desa agar lebih maju kedepannya" pungkas Bagio.

(Bagio Ketua Ranting PDIP Karanggumul, mengenakan kemeja batik merah)

Acara berlangsung dengan meriah dengan dan warga sangat antusias dalam menyaksikan pagelaran ini, dan bukan hanya sebatas pagelaran wayang, saja namun juga masyarakat sekitar ikut kebagian berkah dari pelaksanaan kegiatan ini, baik dari parkir maupun para pedagang yang berjualan di sekitar kegiatan.

Begitulah sebuah tradisi kesenian tradisional yang sudah turun temurun dari dulu hingga saat ini, terus dilestarikan masyarakat Jawa, dan memang perhelatan tersebut dipercaya membuat kesan dan pesan tersendiri bagi warga sekitar, menambah Idul Fitri tahun ini menjadi makin meriah dan penuh makna.


(Pitut Saputra)
Previous Post


Berita Pilihan :