Hari Ini Bantuan Hari Raya Ojek Online Cair.

Hari Ini Bantuan Hari Raya Ojek Online Cair.
KLATEN-koranjateng.com
Ada wajah-wajah ceria, ada juga wajah yang penuh kecewa, itulah pemandangan yang terjadi di sebuah basecamp pangkalan ojek online, Bc Pasar Baru Delanggu hari ini. Sebab hari ini Bantuan Hari Raya (BHR) cair bertahap, setidaknya itulah yang dialami para driver sebuah aplikator berjaket hijau, yang ternyata hari ini benar benar diberikan bonus hari raya (22/03/2025). 

Besaran BHR memang tak merata dari Rp 50.000 rupiah hingga Rp 900.000 rupiah, tergantung dari kinerja dari si driver ojek online. Setidaknya setelah sekian tahun lamanya beroperasi baru tahun ini, Driver ojek online mendapat BHR, itupun setelah aksi demo bejilid-jilid yang dilakukan oleh rekan-rekan pejuang ojek online, baik di Daerah maupun di Pusat.

Agus Gogon Salah seorang Driver ojek online dari Dawukan Wonosari, yang seringkali beroperasi di Kartasura dan Delanggu, mengatakan dirinya senang sekali mendapat BHR sebesar Rp 450.000 rupiah, dari aplikator ijo tempatnya bekerja.

"BHR tersebut langsung cair ke dompet aplikasi," terangnya saat menyatakan kegembiraannya dengan awak media.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan apa yang dialami oleh Romo Darmawan, dimana dirinya hanya mendapat BHR sebesar Rp 50.000 rupiah.

"Saya ga habis pikir bagiamana mekanisme kantor menentukan perhitungan skema BHR ini, padahal si Yanto yang jelas-jelas terlihat kinerjanya lebih sedikit dibanding dengan kinerjaku, tapi malah justru mendapat BHR sebesar Rp 250.000 rupiah." paparnya dengan kecewa dan raut muka sedih.

Sementara Mbah Yono salah seorang driver dari Jakarta ketika bertanya terkait BHR dijawab oleh Heru, seorang driver ojek online dari Klaten.

"Sudah, cair Mbah dapat Rp 50.000 rupiah, lumayan buat beli es cendol" jelasnya 

"Lah kenapa cuma Rp 50.000 rupiah mas, kan ga terasa kalau buat kebutuhan harian, Yo seharuse  Rp 900.000 rupiah ngono lo mas, " komentar Mbah Yono.

Marjoko salah seorang driver yang kebetulan mendengar percakapan tersebut sontak saja menyahut 

"Sing mengharuskan sinten Mbah? akun on pendak dino hasile tahunan 60 juta an, wae muk oleh Rp 50.000 rupiah, giliran sing akun lagi mletek rung genep setahun etuk Rp 450.000 rupiah. Wes tak tanyakan bukan by data tapi by system berarti systeme sing ngawur." terangnya

Begitulah di balik keceriaan para driver ojek online penerima BHR tenyata ada ketimpangan, dan dilema yang dirasakan beberapa orang Driver karena dianggap seolah pemberian BHR tersebut tidak adil.

Putra salah seorang driver ojek online juga yang baru saja hadir dan menyimak pembicaraan mengatakan.

"Sudahlah kawan tidak usah lagi di perdebatkan, toh faktanya BHR cair terlepas dari berapapun besarannya, ini artinya ada inisiatif dan kepatuhan dari aplikator terhadap himbauan Presiden, dan apa yang telah diperjuangkan rekan-rekan terkait BHR telah berhasil mendesak aplikator hingga akhirnya cair hari ini. Karena itu kita wajib bersyukur dan berterima kasih pada perjuangan rekan-rekan yang telah memperjuangkan nasib ojek online. Terlepas dari berapapun yang di dapatkan, karena memang belum ada perundangan yang jelas, terlebih terkait dengan status mitra, jadi sampai disini saya pikir ini adalah langkah yang baik, dan awal dari sebuah perjuangan, sebelum melangkah pada perjuangan berikutnya, menuntut kejelasan status dan payung hukum serta regulasi yang jelas." paparnya.

Semua terdiam sementara waktu, dan situasi menjadi hening, sementara. 

Lalu Yanto salah seorang driver yang lain mengatakan "Benar memang kita harus bersyukur dan berterimakasih pada rekan-rekan ojol yang telah memperjuangkan nasib kita, dan perdebatan ini selayaknya di sudahi, apa yang di sampaikan Putra memang benar, dan sebaiknya kita jangan hanya melihat peristiwa ini sebagai sebuah, hadiah saja, melainkan lewat dari kejadian ini semoga semua rekan bisa mengambil hikmah dari setiap perjalanan yang telah ditempuh hingga saat ini." jelasnya.

Lebih lanjut "Semoga kedepan kita bisa lebih solid, setidaknya juga bisa ikut berpikir dan berpartisipasi serta mempertimbangkan, persoalan apa yang selama ini terjadi pada rekan-rekan ojol, bukan justru ketika ada rekan ojol aksi demo malah di musuhin, di jauhin, boleh tidak sepaham atau boleh tidak sepemikiran, namun sesama ojol sebaiknya kita tetap menjaga persatuan dan semangat perjuangan diantara para rekan ojol, karena perjuangan ini bukan hanya untuk segelintir golongan atau kelompok, namun faktanya memang untuk semua," pungkasnya.

Di balik pemberian BHR ternyata juga menyisakan dilema tersendiri di antara para rekan ojek online, seperti halnya yang terjadi di Bc ojek Pasar Baru Delanggu yang meriah pada seharian ini, loyalitas sekian tahun dibayar tunai Rp 50.000 rupiah, itulah sebuah dilama yang mungkin bukan saja terjadi di Delanggu, namun juga di beberapa Bc atau pangkalan ojol Deaeah lain. 

( Pitut Saputra )
Next Post Previous Post


Berita Pilihan :