Budaya Berbagi Takjil Di Klaten Dan Sekitar, Ketika Pertengahan Puasa Ramadhan.

Budaya Berbagi Takjil Di Klaten Dan Sekitar, Ketika Pertengahan Puasa Ramadhan.
KLATEN-koranjateng.com
Pertengahan puasa biasanya di sepanjang jalan raya arteri, khususnya di perempatan-perempatan lampu merah jalan Solo-Jogya, ada suasana yang berbeda dan sedikit macet, sebab beberapa orang-orang baik, kelompok, organisasi, komunitas maupun instansi ada yang berbagi takjil buat berbuka puasa, dan dibagikan secara random pada para pengguna jalan (16/03/2025).

Budaya berbagi takjil tersebut menurut keterangan dari medsos para remaja tersebut, terinspirasi dari ajaran agama Islam dan sabda Rasulullah dalam sebuah sebuah kitab, yakni Rasulullah bersabda "Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun." (HR. Tirmidzi No. 807)

"Hingga hari ini budaya berbagi takjil dan menebar kebaikan tersebut terus di turunkan dan terus dilestarikan oleh generasi-generasi selanjutnya, seperti halnya apa yang telah dilakukan oleh para remaja Klaten yang bersinergi dengan para konten kreator serta pegiat sosial juga segenap relawan yang pada sore tadi telah berbagi berkah dan kebaikan dengan bersama sama melakukan aktifitas berbagi takjil, pada saat ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa." terang Dika salah seorang anggota komunitas Jalanan Klaten.



Meskipun saya tidak bisa ikut terjun langsung pada sore tadi "Namun secara pribadi juga ikut senang melihat rekan, saudara dan keluarga kita bersinergi dengan para relawan lain serta berbagi takjil bersama, sebelumnya memang telah di infokan di group juga terkait penggalangan dana guna kegiatan tersebut, dan bersyukur hari ini tadi kegiatan tersebut berjalan aman, lancar dan sukses" ujarnya.

Dika menambahkan "Minggu depan kami secara independen kelompok kecil, juga akan menggelar kegiatan buat berbuka puasa bersama, sekaligus jumpa darat dengan beberapa rekan jalanan Klaten, namun karena di group itu plural isinya jadi tidak semua muslim, maka kita bikin group kecil lagi bagi yang ingin berbuka puasa bersama Minggu depan. Selain silaturahmi kegiatan berbuka puasa tersebut juga bertujuan guna lebih mempererat jalinan persaudaraan diantara kita, sebab bila sudah pernah bertatap muka secara langsung, kan beda mas, kesannya seolah ada rasa kekeluargaan tersendiri, dibanding yang belum pernah tatap muka, meskipun juga pada dasarnya semua kita anggap keluarga dan saudara," pungkas Dika.



Ya kegiatan-kegiatan yang sifatnya sosial dan religi keagamaan, memang pada bulan ini seolah meningkat tajam intensitas dan aktifitasnya, sebab bulan ramadhan bukan saja bulan suci yang penuh berkah melainkan juga bulan penuh ampunan, dan bulan yang bagus buat semua orang guna mempertebal iman dan keyakinan, dan berbuat baik seperti anjuran agama. Karena itu tak mengherankan bila banyak sekali aktivitas-aktivitas sosial maupun kerohanian dan keagamaan, serta tradisi dan budaya islami yang digelar pada bulan ramadhan ini, dan bukan hanya di Klaten, di berbagai daerah pun juga tak jauh berbeda, semua berlomba berbuat kebaikan dan menyebarkan vibe yang positif diantara sesama.

"Anak-Anak muda Klaten, khususnya para Konten Kreator Klaten, tak hanya kreatif dalam berkarya, tapi juga berjiwa sosial,  dalam semangat bulan suci Ramadhan. Berbagi takjil untuk sesama, menebar kebaikan, dan menyebarkan vibes positif, ini mungkin adalah hal kecil bagi kita, tapi sangat berarti bagi mereka. Karenanya jadikan Ramadhan ini lebih bermakna dengan aksi nyata, jangan lupa ajak teman-teman, serta tak lupa kami ucapkan, Terimakasih kepada para donatur dan teman-teman yang sudah mau ikut membantu dalam kebaikan ini, yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, " pungkas admin group Jalanan Klaten menjelaskan.

Terpisah di Delanggu, sebuah Kota Kecil Kecamatan, yang merupakan jantung dari Desa-Desa di sekitarnya, pada sore tadi juga terlihat aktivitas serupa, aktivitas berbagi takjil terjadi di Lampu merah perempatan Pakis, juga di perempatan lampu merah, Pasar Delanggu, serta perempatan lampu merah terminal baru Karang Delanggu, ketiga tempat tersebut memang langganan dijadikan tempat berbagi takjil bagi orang-orang baik, begitupun jadi tempat favorit bagi para pemburu War Takjil gratis bisanya mereka sudah stand bye disekitar area tersebut.



Begitulah bulan Ramadhan ini merupakan bulan penuh berkah dan kebaikan bagi semuanya, tak hanya kalangan umat muslim, dari kalangan non muslim pun juga ikut diberikan Takjil Gratis, bila melewati lampu merah tersebut, begitulah indahnya berbagi dengan sesama, dan wujud nyata toleransi antar umat beragama berserta masyarakat disekitar, sebuah budaya yang terus lestari dan turun temurun setiap kali bulan Ramadhan, Terima Kasih orang-orang baik yang telah berbagi dengan sesama dan menyebarkan semangat ramadhan yang positif dan menginspirasi untuk siapapun dan dimanapun berada.

( Pitut Saputra )
Next Post Previous Post


Berita Pilihan :